Kamis, 26 November 2009

PaCaR SeLiNgKuH

Aku mau ke rumah pacar
bawa bunga mawar segar

hati riang bukan kepalang
Aku berjalan sambil berdendang


Gigiku kering sampai garing

akibat senyum terlalu sering
bersiul siul gembira

Hatiku senandung lagu ceria


Tapi,, amboyyyy
ada anak dara cantik asoyyy..

Lebih Cantik dari pacar ku

buat degup hatiku semakin rindu


Bisikan setan menghasut ku
Coba saja kenalan dulu

Yang di sana bisa menanti

Atau lewat telepon saja nanti


Siti Aminah nama anak dara
wajahnya bikin aku tergila gila

Dari rambut sampai dada

cenut cenut aku di buatnya


Ku sajikan ia bunga mawar
yang seharusnya untuk pacar
Tapi ahhh...dia tak perlu tahu

yang penting siti aminah saja dulu


perjalanan ke rumah pacar.., berakhir jadi batal

Sabtu, 14 November 2009

Jeritan Seorang pengemis

JERITAN SEORANG PENGEMIS

Tuhan....
Kami mendengar seruan-Mu
Tetapi kami tidak bisa mendengar kata hati-Mu

Tuhan....
Seruan-Mu adalah agama
Kata hati-Mu adalah takdir
Dan kini kami menerimanya
Dengan cobaan dan rintangan

Dimana hati mulai mendera
Dimana kelaparan sudah merajalela
Baik di desa maupun di kota

Tuhan....Oh Tuhan
Inilah nasib kami yang sedang kelaparan
Dan meminta-minta di jalanan
Tuk mencari sesuap nasi

Kami bertanya kepada Mu Tuhan
Kapankah semua ini berakhir
Untuk menaikkan derajat hidup kami

Makna sebuah titipan

Makna Sebuah Titipan

Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku,bahwa :

sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan Allah
bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya,
bahwa putraku hanya titipan Nya,

tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya,
mengapa Dia menitipkan padaku..?
Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku..?
Dan kalau bukan milikku,
apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini..?

Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku..?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu
diminta kembali oleh-Nya..?

Ketika diminta kembali,
kusebut itu sebagai musibah
kusebut itu sebagai ujian,
kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan
bahwa itu adalah derita.

Ketika aku berdoa,
kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak popularitas,
dan kutolak sakit,
kutolak kemiskinan,
seolah semua "derita" adalah hukuman bagiku.

Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika :
aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang,
dan bukan kekasih.
Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku",
dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku,

Gusti, padahal tiap hari kuucapkan,
hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah...

"ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja"

Do'a

Do’a

Ya Allah... Inilah hamba-Mu
yang meratap mengharap percikan cinta-Mu
Engkau tahu
betapa jelaga nista terus memburu
dosa dan dosa dan dosa
melagukan sonata hawa nafsu
kelu lidahku untuk mengaku di hadapan-Mu
malu jiwaku untuk menatap-Mu

Ya Allah...
Dalam gundah penuh ragu aku menghampiri-Mu
Menatap diriku sendiri yang selalu berpaling
Sesekali dosa-dosa kusesali
Tetapi berjuta kali kuulangi
Betapa daku harus menghadap-Mu
Sedang seluruh syaraf batinku hanyalah kisah kepalsuan
Sungguh tiada yang mendesakku, kecuali sebuah pengampunan-Mu

Rabu, 04 November 2009

Aku Telah Remaja

AKU TELAH REMAJA


Dahulu...

Bermain adalah hidupku

Canda dan tawa adalah temanku

Kesenangan selalu bersamaku

Namun kini...

Ku mulai tahu semua

Sedikit dari pahitnya hidup

Masalah hidup yang rumit

Dan perubahan dari diriku

Ku coba untuk kembali

Namun ku tak bisa

Merasakan hidupku dulu

Dan aku pun merenungkan

Semua yang telah ku alami

Dan semua yangtelah ku dapatkan

Kedewasaan yang ulai ku raih

Dan satu kesimpulan yang ku peroleh

Kini aku telah remaja ^_^

Selasa, 03 November 2009

tentang cinta



tentang cinta

sejauh cinta itu melangkah
sedekat itu pula jarak langkahnya

selama cinta itu mengayun
selang itu badai bererai derasnya

sekekal apapun cinta itu
skian lama kan musnah juga

seketika angin bersapu bersama debu-debu cinta
seketika itu juga mata akan slalu terlilip olehnya

ssedalam cinta menggali hati
sedangkal itu pula manipulasinya

maka...
mengayunlah dg tali air
hinnggaa tali itu menjatuhkanmu
jatuh dalam lautan cinta
berenang melayang
aaaaah ,,,,,

maka,,,,,
cintailah yg fana'
jangan cintai yg galaau

to:
my love
from:
abror rosyidin
03 November at 14:49